Kamis, 13 September 2012

Latancab 2012: Gerak Maju Pasukan TNI AD Berhasil Masuk Daerah Musuh


Lampung Selasa (28/08)

Ribuan personel peserta Latihan Antar Kecabangan (Latancab) tingkat Brigade tahun 2012 melakukan pemindahan pasukan untuk melaksanakan Operasi Penggabungan di Lanudad Gatot Subroto Waituba, Waikanan, Lampung Utara, Selasa (28/08).

Pemindahan Pasukan dibagi menjadi tiga kolone, yaitu kolone biru, kolone kuning dan kolone merah. Kolone merah dan kuning bergerak satu arah untuk menuju Tanjung Raya Giham, Waikanan Lampung Utara. Sedangkan kolone biru bergerak menggunakan kereta api juga dengan tujuan way Tuba.

Kolone biru dipimpin langsung oleh Dan BTP Letkol Inf Suparlan terdiri dari Yonif 514/R/Kostrad, Yonif 509/Kostrad, Kompi Pernika, Kompi Zeni Tempur dan Satgaspen yang bergerak dari Lapangan Saburai Bandar Lampung menuju stasiun KA. Tanjung Karang pukul 07.00 Wib dengan perjalanan kurang lebih empat jam.

Sedangkan kolone merah dan kuning dipimpin Wadan BTP Letkol Inf Erwan Subekti. Kolone merah terdiri dari Satuan Armed, Satuan Arhanud, Satuan Bantuan Administrasi (Satbanmin) sedangkan kolone kuning terdiri dari satu Kompi Mekanis dengan kendaraan Anoa, Satuan Kavaleri, Satuan Armed yang bergerak dari Yonif 143/TWEJ.

Kolone kuning pada pukul 07.00 Wib dan Kolone merah bergerak pada pukul 08.00 Wib dengan rute terpisah setelah melewati terminal Terbanggi, kolone merah melewati rute Jalur Barat Lintas Sumatra, kolone kuning melewati rute Ketapang-Balaraja. Kedua Kolone bertemu kembali di Simpang Negeri Baru Waikanan dan melanjutkan pergerakan menuju Waituba untuk bergabung dengan Kolone biru.

Selanjutnya pada hari Rabu (29/8) pagi sekitar pukul 06.15 Wib pasukan Yonif Linud 501 akan penerjunan taktis di Simpang Lengot Way Tuba. Sesudah penerjunan taktis tersebut akan melaksankan perebutan sasaran di dua tempat yaitu di Bandara Lanudad Gatot Subroto Way Tuba dan Jembatan Kota Baru. (Satgaspen)

Lapis Baja dan Anoa TNI Kepung Lampung Tengah



Army_3.jpg
Belasan kendaraan lapis baja dan APS (Angkut Personel Sedang) Anoa milik Tentaran Nasional Indonesia-Angkatan Darat (TNI-AD) singgah di Kabupaten Lampung Tengah, Selasa (28/8).

Kedatangan tank yang disertai ribuan personil TNI-AD dan peralatan tempur lainnya tersebut sebagai persinggahan sebelum terlibat dalam latihan antar kecabangan tingkat brigade Tahun 2012 di Baturaja, Sumatera Selatan.

Komandan Kodim 0411 Lampung Tengah Letkol M Ridwan mengatakan, persinggahan pasukan merupakan cek poin sebelum mengakhiri perjalanan di Baturaja.  Setelah sebelumnya melakukan pergeseran dari Bandar Lampung.

"Terbanggi Besar menjadi tempat cek poin pasukan yang akan latihan antar kecabangan di Baturaja. Jadi kalau ada masyarakat yang kaget melihat tank masuk kota seperti ini kami mohon maaf atas ketidaknyamanan," ujarnya.

Ridwan juga meminta maaf bagi para pengguna jalan yang merasa terganggu selama kegiatan pergeseran pasukan hingga ke Baturaja. "Terima kasih atas kesabarannya dan partisipasi semua pihak dalam membantu kegiatan ini," tukasnya.

Army_2.jpg

Hal senada juga diunggkapkan Wakapolres Lampung Tengah Kompol Takdir Matanette. "Untuk ketidaknyamanan lalulintas kami mohon maaf. Tapi ini merupakan suatu kebanggaan untuk kita. TNI mau singgah di Lampung Tengah yang sudah lama kita tidak melihat pasukan begitu banyak dan lengkap dengan persenjataan tempur," imbuhnya.

Ribuan personil TNI-AD dan peralatan tempur yang terlibat dalam latihan antar kecabangan tingkat brigade Tahun 2012 di Baturaja sebelumnya telah mendarat di Bandar Lampung. Mereka menggunakan Kapal Perang KRI-503 Teluk Amboina melalui Pelabuhan Panjang

Brigif 9 Kostrad Merebut kembali Wilayah Sumatera yang Dikuasai Negasor


Lampung  Senin (27/08)

 
Brigif 9 Divif-2 Kostrad yang berkedudukan di Jawa Timur bergerak menuju wilayah Baturaja Sumatera Selatan yang saat ini dikuasai pasukan negasor. Musuh atau negasor dari wilayah Utara Laut Cina Selatan, telah berhasil memasuki wilayah NKRI khususnya di Pulau Sumatera dan menempatkan pasukannya di beberapa wilayah mulai dari Lampung, Palembang dan Baturaja. Kekuatan musuh yang berada di Baturaja di perkirakan 1 Batalyon Plus.

Brigif 9 melaksanakan Serpas (pergeseran pasukan) dengan menggunakan beberapa KRI Angkatan Laut dari Tanjung Perak Surabaya menuju ke pelabuhan Teluk Panjang, antara lain KRI Teluk Parigi 539, KRI Teluk Lampung 540, KRI Tanjung Kambani 971, KRI Banjarmasin 592, KRI Teluk Ambonia 503, dan KRI Teluk Menado 537. Selain gerakan pasukan melalui laut dan darat, Brigif 9 juga diperkuat oleh Batalyon Linud 501/18/2 yang akan diterjunkan untuk melakukan infiltrasi ke daerah musuh.

Setelah mendarat di Teluk Panjang pasukan bergerak dengan farmasi kolone taktis menggunakan jalur darat menuju lokasi yang sudah diduduki musuh. Selama perjalanan pasukan mendapat gangguan baik serangan maupun ranjau dari pihak musuh. Serangan dapat diatasi oleh pasukan Brigif 9 dan terus bergerak menuju lokasi musuh. Sedangkan gangguan ranjau dapat diatasi oleh Zeni Tempur (Zipur)-10/2 Kostrad.

Setelah mendekat ke daerah sasaran Pasukan infanteri terus bergerak dilindungi oleh Batalyon Armed 12/1/2 Kostrad dengan melakukan tembakan penyokong menggunakan Meriam 105 mm ke arah musuh.

Demikian juga Kavaleri 8/2 Kostrad, Arhanud (Pertahanan Artileri Udara) -2/2 Kostrad, dan Penerbad (Penerbangan Angkatan Darat) melakukan bantuan tembakan dari darat dan udara.

Dengan adanya serangan yang melihatkan kecabangan yang ada di TNI AD, musuh dapat dihancurkan. Setelah sasaran dapat direbut, dilanjutkan dengan Operasi Mobil Udara dengan menggunakan sejumlah helikopter untuk melakukan pengejaran terhadap musuh yang melarikan diri.

Demikian skenario Latihan Antar Kecabangan TNI AD 2012 di daerah Baturaja Sumatera. Pada tahun ini TNI Angkatan Darat akan mengadakan latihan Antar Kecabangan Tingkat Brigade TNI AD. Latihan akan dilaksanakan 26 Agustus sampai dengan 4 September di Pusat Latihan Tempur Kodiklat TNI AD Baturaja Sumatera Selatan.

Latihan terbesar TNI AD selama 20 tahun terakhir ini mengambil tema “Brigade Tim Pertempuran melaksanakan operasi Militer untuk perang dalam rangka menjaga keutuhan wilayah NKRI”. Prajurit yang akan dilibatkan dalam kegiatan latihan sebanyak 6000 personel dengan menggunakan Alutsista (Alat Utama Sistem Senjata) yang akan dicoba dalam medan yang sesungguhnnya.

Satuan yang terlibat dalam latihan Brigif 9 Kostrad terdiri atas: Kompi Mekanis- A Yonif 201/Damjaya, Yonkav-8/2K, Yonarmed-12/I/2/ Kostrad, Yonarhanudri-2/2/K, Yonzipur-9/2/K, Ki Pernika Yonhub/2/K, Kibekang Yonbekang 2/2/K, Kikes-A Yonkes 2/2/K, Tonpom Kipom Div 2/K, Kipal Divif-2/K, Detasemen Penerbangan TNI Angkatan Darat, Satuan tugas penerangan Dispenad, Direktorat hukum Angkatan Darat.

Adapun tujuan latihan meningkatkan kemampuan tempur perorangan menuju terciptanya kerjasama antar kecabangan dalam Brigade Tim Pertempuran (BTP) serta menyelenggarakan Operasi tempur yang didukung operasi Sandi Yudha Intelijen dan Teritorial.(Dispenad)(TNI AD)

Debarkasi Brigade Tim Pertempuran Di Pelabuhan Panjang


Lampung Senin 27/08

Pasukan Brigade Tim Pertempuran (BTP) yang terlibat dalam latihan antar kecabangan tingkat Brigade berhasil merapat di pelabuhan panjang  malam tadi pada Senin (27/8). Brigif  9/2 Kostrad yang melaksanakan Lintas Laut dari Tj. Perak Surabaya Jumat (24/8) tiba di Pelabuhan Panjang Lampung Senin (27/8) pukul 00.30 Wib. BTP yang diangkut KRI Teluk Banjarmasin melaksanakan debarkasi personel dan Materiil.

Setengah jam kemudian Pasukan dari Kompi Pernika dan Satgaspen bersama embedded media  yang diangkut KRI Teluk Manado tiba di Pelabuhan Panjang setelah berlayar dari Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Minggu (26/8) pukul 11.00 wib. Kompi Pernika dan Satgaspen langsung melaksanakan Debarkasi dalam keadaan aman dan tertib.

Selanjutnya tepat  08.00 Wib KRI Teluk Amboina berlabuh di pelabuhan Panjang Lampung yang membawa satu kompi mekanis 201/ Jaya Yudha beserta kendaraan tempur jenis Anoa dan kendaraan tempur lainnya. KRI Teluk Amboina merapat ke pelabuhan panjang  sesuai dengan pemindahan taktis dalam membawa pasukan dalam keadaan aman.
   
Pasukan yang sudah tergabung di Pelabuhan Panjang  terdiri dari BTP 9/2 Kostrad, Kompi Mekanis, Kompi Pernika dan Satgaspen selanjutnya  akan melanjutkan perjalanan dengan kolone taktis menuju Stasiun KA. Saburai untuk melaksanakan karya bhakti yang digelar oleh Batalyon 514/R/Kostrad. Sementara Batalyon lainnya masih standby di pelabuhan Panjang untuk menunggu pemindahan secara taktis.(Satgaspen)(TNI AD)

Personel Latancab Resmi Dilepas Di Tanjung Priok


Minggu, 26 Agustus 2012


Ratusan personel TNI AD dan embedded media yang terlibat dalam latihan antar kecabangan tingkat brigade tahun 2012 telah diberangkatkan dari pelabuhan Kolinlamil Tanjung Priok menuju pelabuhan Teluk Panjang, Lampung, Sumatera Selatan pada pukul 11.00 WIB dengan menggunakan Kapal KRI Manado 537 dan Kapal KRI Amboina 503, Minggu (26/08).

Sebelum keberangkatan terlebih dahulu dilakukan upacara pelepasan para pelaku Latancab dipimpin langsung oleh Kepala staf Kodam Jaya Brigjen TNI Edi Susanto sejumlah pejabat Kodam Jaya diantaranya para Asisten Kasdam Jaya dan para kabalakpus lainnya.

Satuan yang ikut dalam pemberangkatan ini yaitu satu Kompi dari Batalyon mekanis 201/ Jayakarta, kurang lebih satu pleton dari Batalyon Pernika dan satuan tugas  penerangan dengan mengikut sertakan 7 wartawan dari media elektronik dan media cetak. Dalam latihan Ancab tahun 2012 ini 16 ranpur Anoa ikut dalam pendukung latihan tersebut yang dipusatkan di Baturaja, Lampung, Sumatera Selatan.

Latihan antar kecabangan tahun ini adalah latihan yang pertama kali dilakukan pada tingkat brigade yang digelar oleh TNI AD. Latihan ini diharapkan untuk  meningkatkan profesionalisme prajurit dalam menjaga keutuhan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Latihan tingkat brigade ini dipusatkan di Daerah Baturaja Sematera Selatan dengan melibatkan beberapa Batalyon Infanteri diantaranya  509/9/2 Kostrad, Batalyon Infanteri 514/R/2 Kostrad, Batalyon Infanteri 501/18 Kostrad dengan didukung oleh sejumlah perkuatan lainnya separti  Batalyon perhubungan, Batalyon mekanis, Satgaspen, Satuan Arhanud dan  satuan Armed serta satauan pendukung lainnya.

Menurut rencana perjalan taktis ini akan sampai ke pelabuhan Teluk Panjang pada hari Senin (27/8) untuk bergabung dengan pasukan induk Brigif 9 Kostrad yang terlebih dahulu berangkat dari Tanjung Perak Surabaya pada tanggal Jumaat (24/8). Kemudian di Pelabuhan Panjang akan debarkasi untuk persiapan bergerak secara taktis menuju tempat latihan selanjutnya.(Satgaspen)(TNI AD)
 

Latihan Antar Kecabangan terbesar TNI AD


Selasa, 04 September 2012

dankdk1
Latihan Antarkecabangan Tingkat Brigade yang dilakukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) di wilayah Objek Militer Baturaja (Omiba), Sumatera Selatan (Sumsel), merupakan latihan terbesar yang pernah dilakukan sepanjang sejarah TNI AD.

Latihan yang puncaknya dilaksanakan pada Senin (3/9) ini akan menggunakan seluruh persenjataan yang dimiliki TNI AD. Komandan Komando Pendidikan dan Latihan TNI AD Letnan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengatakan, persenjataan tua dan yang paling canggih, baik buatan dalam maupun luar negeri, akan digunakan dalam latihan tempur tersebut. “Kita punya senjata serbu, yang kualitasnya diakui oleh dunia yang dibuat oleh Pindad.

Pasukan khusus kita sudah menggunakannya, selanjutnya kita juga akan menggunakan senjata meriam kaliber 105, kaliber 76, dan mortir berkaliber 81,” lanjut Dankodiklat TNI AD. Disamping persenjataan lengkap, anggota TNI AD juga didukung peralatan tempur canggih udara, seperti helikopter tempur MI 35P, MI 17,dan helikopter Bell serta heli Bolcow yang berjumlah sekitar 18 unit.

“Kita tidak akan main-main dengan latihan kali ini. Senjata yang digunakan adalah senjata tercanggih dan terbaru, peralatan tua dan yang terbaru. Bisa dikatakan dari persenjataan kakek-kakek sampai anak cucu digunakan dalam latihan tempur antar kecabangan ini,” ungkap Letjen TNI Gatot Nurmantyo. Dankodiklat TNI AD menjelaskan, latihan tempur kali ini juga didukung oleh puluhan tank Scorpion, belasan panser Anoa serta peralatan tempur pendukung lainnya. Selain itu, dalam pelatihan tempur antar kecabangan itu juga akan melibatkan 4.300 anggota TNI dari beberapa batalyon.

“Ini merupakan cerminan keseriusan anggota TNI dalam melakukan latihan. Presiden dan KSAD sudah berpesan agar latihan tempur ini dilaksanakan layaknya perang sesungguhnya. Adapun tujuan diadakannya latihan tempur yang merupakan latihan terbesar sepanjang sejarah itu, Dankodiklat TNI AD menuturkan, bahwa hal itu dilakukan untuk memberikan pesan kepada mereka yang memberikan kritikan serta meragukan kekuatan TNI selama ini.

Latihan tersebut juga merupakan pertanggungjawaban terhadap rakyat Indonesia. “Ini juga merupakan latihan yang merupakan persiapan untuk melaksanakan latihan gabungan yang akan dilaksanakan di wilayah Kalimantan akhir tahun ini". Informasinya, 4.300 prajurit yang akan mengikuti latihan tempur tersebut berasal dari beberapa batalyon, seperti Batalyon 409, Batalyon 401,dan Batalyon 414.(Satgaspen)(TNI AD)

Minggu, 05 Agustus 2012

DINAMIKA OPERASI MENUMPAS MUSUH PADA GLAPOS I SUKSES




 Dan BTP Letkol Inf Suparlan bersama prajurit lainnya terlihat sibuk mengendalikan pasukan dalam asumsi pada Gladi posko I antar kecabangan di Mabrigif 9/Kostrad Jember, Jatim yang berlangsung dari tanggal 30 Juli hingga 3 Agustus 2012 lalu.

 Pelaksanaan Gladi Posko (Glapos) I antar kecabangan tingkat Brigade tahun 2012 diakhiri dengan  melaksanakan dinamika atau simulasi antar kecabangan yang ada dalam skenerio latihan dalam menggempur musuh pada Jumat (3/8) di Mabrigif 9/Kostrad Jember, Jatim. Dalam dinamika tersebut  satuan yang terlibat dalam medan tempur  bekerjasama  pada tingkat Brigade, tingkat Batalyon Infanteri, Batalyon Infanteri Lintas Udara dan  Batalyon Armed (Pakorbantem  Brigade), serta perkuatan lain seperti Satgaspen, Pernika dan Ki Makanis berhasil menumpas musuh secara sukses.

 Dalam menumpas musuh pada kegiatan dinamika dalam gladi posko I  terlihat terciptanya kerjasama, bagimana ia mengatasi rintangan, mengevakuasi korban yang kena ranjau musuh hingga terus menggepur musuh baik dari pasukan infanteri, Kavaleri, Zipur dan satuan lainnya.  Setelah sasaran direbut lalu kemudian satuan perkuatan lainnya melakukan tugasnya masing-masing. Satgaspen misalnya pada akhir dinamika atau setelah sasaran direbut maka Satgaspen melakukan   melakukan konfrensi Perss dengan berbagai media yang ada untuk  menyampaikan hasil-hasil yang telah dicapai selama dalam babak serangan.
            Untuk memasuki fase dinamika dalam Glapos I Dan BTP  diperintahkan dari komando atas agar segera   membuat   Petunjuk dan Perencanaan (Jukcan).  Setelah    itu baru   pelaku diminta untuk   membuat produk Perintah Persiapan (Prinsiap)  sebagai bakal untuk dijadikan KIR (Perkiraan) musuh. Pada perkiraan ini disini dituangkan tentang   disposisi, komposisi dan kekuatan  musuh serta komposisi geografi, demokrafi dan ipoleksesbudhankam daerah oprasi.  KIR inilah akan dijadikan dasar oleh Komandan untuk membuat   Perintah Operasi (PO)  yang memuat  tentang  keadaan, tugas, pelaksanaan, instruksi dan koordinasi.

            Pelaksanaan   dinamika terlihat kerjasama  dan koordinasi antar satuan dan  kecabangan di TNI AD telah bersinergi dalam bergerak maju menuju sasaran musuh.  Saling koordinasi antar komandan sangat kental mewarnai kegiatan  dinamika tersebut. Penekanan koordinasi dititkbertakan sebab jika salah perintah dan kurang cermat dalam mendeteksi kemampuan musuh dan keberadaan musuh akan dapat berakibat fatal.
            Makanya dalam gladi Posko I antar kecabangan tingkat brigade tahun 2012 ditekankan   pada penguasaan dan mahir melaksanakan prosedur hubungan  komando dan staf tingkat Brigade. Kemudian para pelaku harus dapat menguasai dan mahir melaksanakan pengendalian operasi tingkat Brigade dalam pola OMP (Operasi Militer Perang).
            Penguasaan lainnya yang tak kalah pentingnya dalam Gladi Posko I antar Kecabangan  adalah harus mampu dan mahir dalam aplikasi perkiraan cepat tentang  kekuatan dan keberadaan musuh.  Sebab apabila perkiraan mendekteksi musuh dan kekeutannya  tidak sesuai dengan fakta  maka akan dapat berakibat fatal dan akan berdampak pada pasukan sendiri. Disini intelejensia Komandan sangat memegang peran penting dalam membuat keputusan.
            Dalam latihan ini juga para pelaku Gladi Posko I harus dapat menguasai dan mahir dalam prosedur taktis dan administrasi dalam pertempuran. Penguasaan taktis  bagi seorang prajurit merupakan keharusan karena sangat menentukan  dalam memformulasikan dan menempatkan  seberapa banyak  satuan yang dikerahkan jika menghadapi kekuatan musuh yang sudah diketahui  secara pasti.
             Gladi Posko I antar kecabangan tingkat Brigade tahun 2012 diakhiri dengan  evaluasi khusus kepada Dan BTP dan perkuatannya oleh Direktur Latihan Gladi Posko I Brigjen TNI Priadi Irianto . Dalam evaluasi singkatnya beliau menuturkan bahwa berbagai kelemahan  yang terjadi  selama pelaksanaan Gladi Posko I antar kecabangan tingkat Brigade tahun 2012 akan dapat dijadikan bahan penyempurnaan dalam   pelaksanaan gladi selanjutnya. Demikian evaluasi  secara singkat yang dituturkan sambil tersenyum tipis kepada pelaku gladi posko I sambil berdiri untuk menyalami para pelaku   Glapos I antar kecabangan tingkat Brigade 2012.
            Selesai penutupan Gladi Posko I di Mabrigif 9/Kostrad  para pelaku segera bersiap-siap  untuk bergerak ke Asem Bagus, Puslatpur  AL, Situbondo Jatim untuk melaksanakan Gladi Posko II. Dalam gladi Posko II nanti tidak ada persoalan yang ditimbulkan sebagaimana pada Glapos I tapi  dititik beratkan pada kegiatan  pemindahan posko pasukan  yang tadinya berada di belakang dipindahkan pada tempat yang aman setelah sasasaran direbut.