Rabu, 22 Februari 2012
Senin, 20 Februari 2012
SITUASI ACEH HARUS KONDUSIF JELANG PILKADA
Situasi kondusif menjelang pilkada Aceh
merupakan moment yang sangat krusial dan
sangat penting. Pasalnya, kelancaran penyelenggaraan dan kualitas demokrasi
dalam pilkada sangat dipengaruhi oleh keamanan.
Yang lebih penting lagi adalah menjaga keamanan untuk merawat perdamaian
di Aceh yang sudah dirasakan rakyat pasca perdamaian Helsinki.Perdamaian inilah
yang menjadi prasyarat mutlak bagi masa depan Aceh yang makin menjanjikan.
Jangan sampai modal perdamaian terkoyak dan Aceh kembali bergolak.
Pada masa damai ini, para pemimpin di Aceh harus lebih
berkonsentrasi membangun dan memperbaiki kondisi Aceh yang belum baik.
Pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesejahteraan adalah tantangan yang
harus dipenuhi para calon pemimpin yang kini akan bertarung dalam pemilihan
umum kepala daerah.
Masyarakat Aceh memiliki peluang untuk banyak berbuat bagi masa
depan Aceh yang lebih aman, damai, lebih demokratis dan sejahtera. Proses
pergantian pimpinan daerah yang dipilih secara langsung menjadi momentum
pembelajaran politik kepada masyarakat sebagai bagian dari mekarnya sebuah proses
demokratisasi. Dengan demikian perlu
dijalin kerja sama dari semua pihak, baik eksekutif, legislatif, maupun
yudikatif menjadi modal utama bagi terbangunnya optimisme Aceh yang lebih baik.
Perjanjian
perdamaian yang telah berjalan harus dijaga, karena hal ini menjadi modal utama
untuk masa depan Aceh yang lebih menjanjikan. Jangan sampai modal perdamaian
ini terkoyak dan Aceh kembali bergolak. Perdamaian ini harus tetap dijaga dan
dirawat sampai kapan pun, bukan hanya pada saat menjelang Pilkada pada 9 April
2012 nanti.
Masyarakat Aceh
memiliki peluang untuk banyak berbuat bagi masa depan Aceh yang lebih aman,
damai, lebih demokratis dan sejahtera. Proses pergantian pimpinan daerah yang
dipilih secara langsung menjadi momentum pembelajaran politik kepada masyarakat
sebagai bagian dari mekarnya sebuah proses demokratisasi.
Pada sisi lain yang tak kalalah pentingnya adalah dibutuhkannya kerjasama diantara semua pihak dalam rangka
membangun dan memperbaiki kondisi Aceh agar lebih baik. Kepada mereka-mereka
yang akan bertarung memperebutkan kursi kepala daerah Aceh, kita berharap bahwa
pilkada ini merupakan salah satu cara untuk membangun tanah Aceh.
Oleh karenanya kita berharap keamanan merupakan
suatu hal mutlak harus dijaga dan dikawal dengan baik untuk menciptakan
perdamaian yang abadi. Situasi keamanan yang tidak kondusif akan mempengaruhi
berbagai sendi kehidupan masyarakat. Demikian juga halnya dengan pelaksanaan
pesta demokrasi di Aceh harus didukung oleh situasi keamanan yang baik tanpa
ada gangguan apa pun.
Minggu, 19 Februari 2012
Obat-obat yang Bisa Bikin Orang Mengalami Orgasme Spontan
Orgasme biasanya terjadi ketika seseorang mendapatkan rangsangan seksual baik
dari orang lain atau diri sendiri. Tapi obat tertentu diketahui memiliki efek
samping bisa membuat orang orgasme secara spontan.
Para ahli umumnya mendefinisikan orgasme spontan dengan pengalaman orgasme tanpa adanya rangsangan dari indera seksual dan tidak ada penjelasan fisik lain mengapa orang tersebut bisa mengalami gairah seksual atau mencapai klimaks.
Obat antidepresan yang diketahui memiliki efek samping orgasme spontan terutama golongan Serotonin Selective Reuptake Inhibitor (SSRI), termasuk obat berikut, seperti dikutip dari sexuality.about.com, yaitu:
Dalam kasus berbeda ada seorang perempuan yang melaporkan mengalami orgasme selama beberapa menit yang terjadi 4-5 kali dalam sehari. Sedangkan perempuan lain melaporkan orgasme spontan yang terjadi 10-15 kali per hari masing-masing kurang dari 1 menit.
Para ahli umumnya mendefinisikan orgasme spontan dengan pengalaman orgasme tanpa adanya rangsangan dari indera seksual dan tidak ada penjelasan fisik lain mengapa orang tersebut bisa mengalami gairah seksual atau mencapai klimaks.
Obat antidepresan yang diketahui memiliki efek samping orgasme spontan terutama golongan Serotonin Selective Reuptake Inhibitor (SSRI), termasuk obat berikut, seperti dikutip dari sexuality.about.com, yaitu:
- Fluxotine
- Paroxetine
- Citalopram
- Bupropion
Dalam kasus berbeda ada seorang perempuan yang melaporkan mengalami orgasme selama beberapa menit yang terjadi 4-5 kali dalam sehari. Sedangkan perempuan lain melaporkan orgasme spontan yang terjadi 10-15 kali per hari masing-masing kurang dari 1 menit.
BEBERAPA PULAU TERLUAR MENJADI INCARAN PIHAK ASING
| Add caption |
Dengan luasnya tersebut
mengakibatkan banyak pulau menjadi tidak terurus sehingga memungkinkan piak
asing untuk mengincarnya. Menurut informasinya wilayah perbatasan dan
pulau-pulau terluar hingga saat ini masih menjadi incaran pihak asing/Negara
tetangga untuk bisa memilikinya, karena wilayah tersebut disamping memiliki
posisi strategis sebagai garis batas penentuan wilayah negara, juga kaya akan potensi
sumber daya alam yang melimpah. Sehingga bila pemerintah lamban dalam mengelola
dan menangani sejumlah permasalahan yang terjadi di wilayah perbatasan, maka
bukan mustahil wilayah perbatasan atau pulau-pulau kecil terluar akan
diambil/diklaim oleh pihak asing.
Sederet permasalahan di wilayah perbatasan
maupun pulau-pulau terluar yang memerlukan penanganan serius dari pemerintah.
Masalah pemberian nama pulau misalnya, dari hasil
penelitian dan perhitungan terhadap 17.499 pulau-pulau di Indonesia, hanya
5.689 yang sudah diberi nama, sedangkan sebanyak 11.801 pulau belum ada
namanya. Di wilayah NTT misalnya, sedikitnya
134 dari 566 pulau yang tersebar di 21 kabupaten/kota di NTT hingga kini belum
diberi nama. Bila ribuan pulau yang belum bernama tersebut tidak segera
diberi nama, dan dilaporkan ke PBB,
maka pulau-pulau tersebut terancam tidak diakui oleh PBB.
Demikian juga masalah sengketa
perbatasan antara Indonesia dengan beberapa Negara tetangga yang belum tuntas,
seperti masalah batas pulau Rondo yang berbatasan dengan India, Pulau Berhala dan Sebatik dengan
Malaysia, Pulau Sekatung dengan Vietnam, Pulau Miangas dengan Philipina dan
Pulau Batek dengan Timor Leste. Belum lagi masih maraknya berbagai bentuk
kejahatan dan pelanggaran hukum di wilayah perbatasan serta kondisi tingkat
kesejahteraan masyarakat perbatasan yang masih sangat memprihatinkan, akibat
minimnya infrastruktur yang dimiliki.
Berbagai langkah yang telah dilakukan oleh
pemerintah baik pusat maupun daerah hingga saat ini masih kurang signifikan,
terkesan lamban dan kurang terintegrasi, bila dihadapkan dengan kondisi
permasalahan di wilayah perbatasan yang demikian kompleks dan memprihatinkan.
Kita
berharap agar penanganan masalah perbatasan dan pulau-pulau terluar tidak hanya
sebatas rencana diatas tumpukan kertas
atau hanya pada tataran kebijakan di atas kertas wacana, tetapi yang utama adalah
adanya action atau tindakan riil di
lapangan. Kehadiran negara di wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar baik
secara berupa fisik maupun non fisik seperti pembangunan infrastruktur seperti listrik, pendidikan, kesehatan maupun
informasi perlu lebih dipacu lebih cepat lagi sehingga masyarakat diperbatasan dapat menikmati
hasil pembangunan.
Rabu, 15 Februari 2012
TNI: KINI DAN NANTI
Dalam sejarah perjalanan bangsa
Tentara Nasional Indonesia (TNI)
seiring dengan usia perjuangan bangsa Indonesia. TNI terlahir sebagai prajurit
rakyat dari kancah pergolakan pada saat
perang kemerdekaan. Tentara tumbuh dan berkembang dalam untuk meningkatkabn
dan membela bangsa, serta menjadi
prajurit yang profesional. Kemampuan TNI harus didorong secara terus menerus dalam
meningkatkan kemampuannya, baik selaku perorangan prajurit maupun organik
satuan.
Tuntutan untuk menjadi abdi Negara
yang profesional tetapi juga
harus modern dan dapat memanfaatkan kemajuan teknologi dalam menjalankan tugas
dan funngsinya. Kesiapan insititusi
Tentara sebagai kekuatan pertahanan di
era global ini hendaknya diimbangi dengan peningkatan alutsista yang modern
secara konsisten, antisipasif, dan prospektif. Dengan
demikian maka akan tercipta postur TNI
mampu mengaplikasikan fungsi dan tugas pokoknya sebagai penangkal, pencegah,
dan penghancur segala bentuk ancaman yang membahayakan integritas bangsa dan
kedaulatan Negara.
TNI tidak boleh lengah dari tugas dan kewajiban utamanya yakni
mempertahankan dan membela wilayah kesatuan Republik Indonesia dari berbagai
ancaman, baik dari dalam maupun dari luar negeri. Ancaman-ancaman tersebut
antara lain berupa aksi terorisme, gerakan separatisme, konflik sara, friksi
antarbangsa, ancaman kedaulatan, dll. Menjaga dan memelihara keutuhan bangsa
Indonesia dari berbagai gangguan maupun upaya-upaya pihak luar yang mencoba
mencampuri urusan dalam negeri Indonesia.
Tugas, tanggung jawab, dan
tantangan yang dihadapi TNI dari masa ke masa terus meningkat dan semakin
kompleks. Kondisi lingkungan strategis yang berkembang dengan cepat, wilayah
yang luas dengan 13.000 pulau, jumlah penduduk yang besar, multikultur dan
heterogen, dinamika krusial sparatis yang sporadis, banyaknya objek vital yang
harus diamankan, serta kemajuan teknologi persenjataan, mengharuskan TNI untuk
menyesuaikan diri dan meningkatkan standar kemampuan dan kekuatannya.
Kemampuan perang dan pertahanan Negara perlu didukung oleh
infrastruktur yang memadai. Dalam menjalankan tugas dan menghadapi tantangan di
era global, TNI harus dilengkapi dengan alutsista (alat utama sistem
persenjataan) yang kuat dan tangguh dengan mengikuti perkembangan teknologi
mutakhir. Selain itu TNI perlu senantiasa memupuk potensi dan modal awalnya
yakni semangat juang dan dukungan rakyat sepenuhnya. Apabila terjadi konflik
dengan Negara lain yang bisa diselesaikan dengan cara diplomasi, maka perang
adalah pilihan terakhir. Namun jika persoalannya mengenai kedaulatan negara,
maka kedaulatan adalah harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar lagi.
Oleh karenanya kita berharap agar
TNI memiliki kekuatan alutsista yang modern sesui dengan tuntutan
perkembangan zaman . Selain itu, perlu
dukungan kebijakan pemerintah dalam hal pembinaan dan anggaran yang dapat
meningkatkan profesionalisme TNI dalam menghadapi tantangan tugas di masa depan
yang sangat berat. Menghadapi persoalan bangsa yang semakin pelik terhadap berbagai
ancaman yang timbul di dalam negeri dan yang datang dari luar negeri seperti
saat ini, maka dibutuhkan seorang
pemimpin yang tegas dan berani mengambil keputusan, visioner, bersikap kritis,
serta mampu keluar bertindak cepat dalam mengatasi berbagai persoalan yang ada. Semoga !
Selasa, 14 Februari 2012
MENJAMIN EKSISTENSI PERTAHANAN YANG KUAT
![]() |
| Add caption |
Untuk itulah reorientasi penataan
strategi pertahanan nasional dan upaya penangkalan dalam konsep geopolitik dan
geostrategi berkenaan dengan dislokasi geografi Indonesia yang luas dan masih
mempunyai banyak titik rawan (vulnerable
points) perlu mendapat perhatian serius bagi bangsa kita kedepan.
Sebab tidaklah mungkin menjaga luasnya
wilayah negara dengan perangkat yang minimalis dan tanpa dukungan (politik dan
ekonomi) dari seluruh elemen bangsa demi terwujudnya sistem pertahanan yang
kuat dan disegani. Sehingga harapan wibawa bangsa dapat kembali terangkat tanpa
harus berteriak-teriak “Ganyang
Malaysia!!!” dapat diwujudkan melalui keberanian para pemimpin
bangsa mengambil kebijakan, serta sikap dan mentalitas profesional seluruh
elemen bangsa, dalam penciptaan kekuatan militer yang disegani menjadi
pilar-pilar yang saling menguatkan.
Setiap negara berkeinginan untuk selalu
dapat meningkatkan kemampuan pertahanan wilayahnya. Dengan
kemampuan pertahanan yang kuat maka negara tersebut mempunyai kemampuan diri
yang dapat diandalkan untuk menghadapi berbagai macam bentuk ancaman, baik yang datang dari dalam maupun
dari luar negeri. Isu pertahanan dan keamanan pada dekade terakhir ini semakin
kompleks dengan terusiknya wilayah Indonesia di perbatasan, diantaranya batas
laut dengan Singapura, batas daratan di Kalimantan Barat dan Timur serta klaim
blok Ambalat oleh Malaysia. Bahkan Timor Leste pun kini mulai mengusik
perbatasan dengan klaim beberapa wilayahnya di NTT.
Persoalan-pengelolaan perbatasan negara sangat
kompleks dan urgen terhadap integritas negara kesatuan RI, sehingga perlu
perhatian penuh pemerintah terhadap penanganan hal-hal yang terkait dengan
masalah perbatasan, baik antar negara maupun antar daerah. Patut diingat bahwa
penanganan perbatasan negara, pada hakekatnya merupakan bagian dari upaya
perwujudan ruang wilayah Nusantara sebagai satu kesatuan geografi, politik,
ekonomi, sosial budaya dan pertahanan.
Harus kita sadari bahwa masalah pertahanan
negara merupakan faktor yang sangat penting dalam menjamin kelangsungan hidup
bangsa dan negara. Tanpa mampu mempertahankan diri dari ancaman baik dari dalam
maupun dari luar negeri, suatu negara tidak akan dapat mempertahankan
keberadaannya.
Oleh karena itu
erat kaitannya pertahanan negara dengan harkat dan martabat suatu bangsa,
dengan adanya pertahanan negara yang memadai (Postur Pertahanan Yang
Kuat) akan membuat bangsa lain tidak memandang sebelah mata terhadap
bangsa kita. Sebagai Negara kepulauan yang memiliki wilayah yang lebih luas
Senin, 13 Februari 2012
PREDIKSI ANCAMAN DI PERBATASAN
Banyak
kalangan menilai bahwa dewasa ini ancaman
nirmiliter cenderung lebih menonjol dibandingkan ancaman militer. Bahkan Menteri
Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dalam berbagi kesempatan pernah memprediksi bahwa ancaman militer terhadap
pertahanan negara bakal mengecil di masa depan, namun ancaman nirmiliter akan mendominasi.
Demikian juga ancaman yang paling
membahayakan pertahanan nasional dan kedaulatan NKRI di daerah perbatasan bukan
ancaman militer dari kekuatan militer asing, melainkan ancaman nirmiliter.
Bila kekuatan militer bisa dideteksi dan
dihadapi dengan kekuatan militer, yakni TNI yang ditempatkan di perbatasan,
tetapi ancaman nirmiliter yang berdimensi ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, teknologi, informasi serta keselamatan umum akan sulit dideteksi dan
dihadapi secara militer.
Salah satu bentuk ancaman nirmiliter
adalah penetrasi siaran dan informasi dari negara tetangga yang sulit dibendung
dan kemudian diterima masyarakat perbatasan. Bila hal ini dibiarkan, tanpa
upaya menanganinya maka pengaruh informasi tersebut dikhawatirkan dapat
mengikis rasa nasionalisme masyarakat perbatasan. Karena, masyarakat di daerah
perbatasan umumnya masih terisolasi dan tidak banyak menerima siaran nasional,
sebaliknya lebih banyak menerima informasi dari negara-negara tetangga. Oleh
karena itu, diperlukan pemberian informasi yang mendidik, positif dan
nasionalis secara terus menerus dari pemerintah.
Terkait hal ini, maka Negara
berkewajiban untuk memberikan informasi kepada seluruh masyarakat, termasuk
masyarakat perbatasan. Banyak orang berpendapat bahwa masalah di perbatasan
adalah penting. Sayangnya, masalah akses informasi di perbatasan dianggap
kurang urgen dan mendesak. Padahal, informasi memiliki nilai sangat strategis
dalam pertahanan dan keamanan sebuah Negara, karena menyangkut kedaulatan NKRI.
Sehingga pembangunan infrastruktur komunikasi dan penyediaan informasi nasional
bagi masyarakat di perbatasan sangat penting.
Persoalan kebutuhan informasi bagi
masyarakat di perbatasan harus segera diwujudkan, karena merupakan salah bentuk
pertahanan nirmiliter yang akan menetralisir ancaman nirmiliter negara lain.
Kita harus membangun kekuatan nirmiliter untuk mencegah ancaman-ancaman yang
masuk dalam bentuk lain, melalui siaran-siaran informasi nasional dalam
berbagai bentuk media, baik elektronik maupun cetak.
Oleh karenanya kita berarap agar tindakan
yang perlu mendapatkan prioritas adalah menetapkan regulasi terkait akses
informasi di perbatasan. Hal ini tentunya memerlukan keterlibatan berbagai
instansi terkait seperti Kemenhan, Kemkominfo dan KPI dalam satu kesatuan kerjasama
untuk menetapkan keputusan dalam rangka menjaga setiap jengkal tanah dan
wilayah NKRI tercinta.
Langganan:
Postingan (Atom)



