Minggu, 01 Juli 2012

BINTANG KEJORA BERKIBAR DI 6 TEMPAT




 Ancaman kelompok Organisasi Papua Merdeka pimpinan Lamber Pekikir akan mengibarkan bendera bintang kejora  (BK) symbol Papua Merdeka, tepat pada peringatan HUT Tentara. Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN/OPM) yang jatuh pada 1 Juli kemarin, terbukti.
Sebab Hari Ulang Tahun OPM yang jatuh tepat pada 1 Juli, diwarnai pengibaran bendera bintang kejora di sejumlah tempat di wilayah Papua. Sedikitnya BK ini berkibar di 6 titik yang berbeda. Empat titik di Keerom dan 2 titik di Kota Jayapura.
Pengibaran itu sesuai dengan klaim Lambert Pekikir Koordinator Umum TPN/OPM yang bermarkas di Victoria perbatasan RI-PNG yang berencana melakukan pengibaran bendera selama 3 hari disertai bunyi mercon.
Dari data yang berhasil dihimpun, bendera berkibar di wilayah Keerom dan Kota Jayapura. Di Kali Kampwolker Perumnas 3 Distrika Heram Waena Jayapura, diamankan sebuah bendera bintang kejora yang dikibarkan pada sebuah tiang. Ukuran bendera 70x100 cm.Bendera Bintang kejora juga ditemukan berkibar di Lereng Bukit Belakang Sekolah Luar Biasa (SLB) di atas Perumahan Bhayangkara Permai Buper Kelurahan Waena Distrik Heram Waena Jayapura. Ukuran bendera 50 X 120 cm.
Pada hal sebelumnya Dewan Militer Tentara Pertahanan Nasional Organisasi Papua Merdeka, melalui juru bicaranya, menyatakan tidak akan mengibarkan bendera Bintang Kejora pada 1 Juli 2012. Mereka akan memperingatinya di markas masing-masing, dengan cara berdoa bersama. Jika ada yang mengibarkan, maka hal itu di luar dari kelompoknya. Namun Koordinator Umum Tentara Pembebasan Nasional OPM, Lambert Pekikir, tetap akan mengibarkan bendera di dalam kota meskipun ada larangan dari Dewan Militer.
Dengan adanya pro-kontra  tersebut maka dapat kita analisa bahwa sesungguhnya   OPM sudah terpecah-pecah. Pada level bawahan mereka  sudah berani menentang perintah atasannya. Melihat  kondisi tersebut seharusnya , rakyat Papua harus sadar bahwa selama ini mereka hanya dimanfaatkan oleh OPM untuk kepentingan individu/pribadi. Mereka sudah diadu domba untuk melawan/menentang Pemerintah, bahkan bertikai sesama orang asli Papua.
Namun demikian kita berharap   aparat TNI dan Polri agar   tetap siap siaga  dan fokus terhadap situasi keamanan di Papua.  Aparat harus berani  mengambil tindakan yang lebih tegas terhadap kelompok yang jelas-jelas menantang dan merendahkan wibawa pemerintah, terlebih lagi mereka telah mengibarkan bendera bintang kejora yang merupakan melakukan tindakan makar.  Selaku masyarakat dan bangsa mari  juga mendukung langkah pemerintah yang tetap mengedepankan pendekatan persuasif. Namun, dalam rangka penegakan hukum dan menjaga keutuhan NKRI, tindakan tegas terhadap kelompok separatis ini harus tetap dilakukan secara terus menerus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar