Kamis, 12 April 2012

TANGGULANGI SEPARATIS PAPUA PERLU LIBATKAN MASYARAKAT


Belum adanya kesepakatan bersama bahwa masalah Papua adalah masalah seluruh bangsa Indonesia. Tapi masalah tersebut seolah-olah hanya aparat TNI dan Polri saja yang berkepentingan terhadap masalah seperatis.   Sehingga jangan hanya menyalahkan pemerintah  dan aparat saja. Semua pihak harus turut bersama mencari solusi masalah Papua.
Dalam beberapa tahun terakhir ini kita patut turut prihatin dengan adanya berbagai aksi penembakan warga sipil adan aparat di Papua yang telah terjadi berulang kali dan pelakunya hingga saat ini belum terungkap. Namun beberapa waktu yang lalu sinyal keterlibatan Organisasi Papua Merdeka (OPM) terkuak ketika beberapa waktu yang lalu sebagaimana yang dilansir oleh berbagai media  Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo mengatakan, pelaku penembakan pesawat perintis jenis Twin Otter milik PT Trigana Air, Minggu (8/4/2012), diduga kuat adalah orang yang terkait dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM). "Tentu saja OPM. Siapa lagi,"  
Dengan adanya indikasi kuat tindakan brutal OPM perlu penanganan secara tuntas dan perlu melibatkan berbagai elemen. Kalau perlu pendekatan budaya yang harus menjadi prioritas agar dalam menyelesaikan persoalan di Papua dapat diselesaikan dengan cara bermartabat.  Pemberantasan separatisme di Papua harus juga melibatkan masyarakat, karena kelompok separatis sekarang ini  sering berlindung di masyarakat.
Kenapa pembangunan di Papua tidak berjalan baik, meskipun pemerintah telah menggelontorkan dana trilyunan rupiah dalam program otonomi khusus, salah satu penyebabnya adalah kurangnya putra daerah dilibatkan dalam pembangunan karena  faktor kemalasan dan kurangnya skil yang dimiliki. Akibat kurang dilibatkannya putra daerah  dalam  mendukung program pembangunan maka sering kita saksikan  para pekerja bangunan diserang, di panah, dan parahnya lagi pejabat daerah banyak yang korupsi.
Oleh karena itu kita berharap   agar pembangunan di Papua cepat berhasil antara lain adanya pengawasan ketat pelaksanaan otonomi khusus baik oleh pemerintah maupun masyarakat. Rencana adanya pemekaran menjadi beberapa  propinsi  baru  harus segera realisasikan agar  tidak terlalu luas dan sulit untuk mengontrolnya sehingga daya gerak separatis akan semakin terbatas dan dapat dikontrol dalam perkembangannya. Mari kita bangun Papua dengan sekuat tenaga dengan melibatkan semua komponen masyarakat Papua, yang dilandasi upaya untuk mensejahterakan masyarakat, dan membangun bangsa dalam kerangka NKRI.

2 komentar: